Senin, 13 Agustus 2012

trend busana batik modern terbaru

 
Busana Batik Bergaya Modern Koleksi Desainer
Kemilau Raya Hadirkan Tren Busana untuk Pengguna Mode
Pelestarian batik mengandung makna mempertahankan proses membatik, yakni menggunakan lilin untuk menggambarkan motif di atas kain. Artinya, apa pun motifnya, kalau proses membatik ini tetap diaplikasikan saat membuat koleksi busana batik misalnya, maka batik akan tetap lestari.
Pemaknaan batik inilah yang melatari desainer ternama Indonesia, dalam merancang koleksi busana batik untuk perempuan dan laki-laki. Desainer Sonny Muchlison dan Rosso, memiliki garis rancang berbeda namun punya perhatian yang sama dalam pelestarian batik, melalui koleksi busana batik bergaya modern tanpa meninggalkan pakem membatik.
Bagi Sonny, batik perlu dilestarikan namun juga bisa diberdayakan. Melestarikan batik yang sudah dikenal masyarakat luas dengan berbagai pakemnya tetap menjadi keharusan. Namun batik juga bisa diberdayakan dengan modernisasi. Dalam hal ini, batik bisa berkembang menjadi koleksi busana yang lebih modern, termasuk menggunakan motif baru yang dikembangkan sendiri oleh desainer.
Koleksi batik berlabel Sonny Muchlison menjadi perwujudan konsep ini. Ia mengawinkan batik dengan songket dan ikat, juga menggunakan banun atau batik tenun dalam sejumlah koleksi busananya. Alhasil terciptalah koleksi terbaru Sonny Muchlison yang diperagakan dalam Kemilau Raya Pasaraya 2012, Kamis 12 Juli 2012.



 
Tak hanya Sonny yang aktif mengembangkan motif busana batik kreasi baru, namun tetap mempertahankan teknik membatik sesuai pakemnya. Desainer asal Yogyakarta, Rosso juga merancang koleksi busana batik yang lebih modern, tanpa meninggalkan pakem membatik.
"Saya mengedepankan proses membatik yang benar, cara membatik juga pewarnaan alam yang biasa digunakan saat membatik. Namun koleksi busana batiknya berbeda. Nuansa batik tetap terlihat namun lebih ke arah proses membatiknya, sementara motif batiknya dikembangkan sendiri tidak harus menggunakan kain batik dengan motif yang sudah ada sebelumnya," jelasnya di sela kegiatan Kemilau Raya Pasaraya 2012 di d'Designers Pasaraya Blok M, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Koleksi busana batik Rosso memang tak seragam seperti batik pada umumnya. Inovasi motif dan warna, juga cutting kental terasa. Rosso menerjemahkan batik kreasinya sebagai koleksi batik bergaya modern, melestarikan tradisi dengan sentuhan modernisasi.
Batik bergaya modern ala Rosso menonjolkan cutting yang tidak lazim, permainan warna yang lebih segar bergaya muda, juga motif yang benar-benar baru dan berbeda. Inilah konsep busana batik modern yang diperkenalkan Rosso dalam koleksi terbarunya di peragaan busana Kemilau Raya Pasaraya 2012.
Koleksi batik modern yang dibuat dengan teknik membatik sesuai pakem ini pun memberikan pilihan dalam berpenampilan untuk kalangan urban. Untuk busana batik perempuan, Rosso menonjolkan siluet feminin kasual dengan warna alami yang lembut. Sedangkan untuk busana laki-laki, Rosso juga merancang model baju koko yang pas di badan dengan gaya lebih modis dan modern menonjolkan sisi kasual.
Batik Rosso uang dibuat di Yogyakarta juga memerhatikan teknik pewarnaan alam, yang bisa memenuhi kebutuhan semua warna kulit pencinta batik. Untuk menghasilkan koleksi batik bergaya modern, Rosso mengandalkan pewarnaan alam seperti daun mangga untuk menghasilkan warna hijau dan kuning, daun rambutan untuk menghasilkan warna ungu, biru, hitam dan abu-abu, markisa untuk mendapatkan warna hijau kekuningan, kayu nangka untuk warna kuning dan kayu secang untuk warna oranye.
"Saya menggunakan pewarna alam yang tidak mencederai alam, yang lebih hidup tapi semua warna kulit bisa cocok," ungkapnya.
Sentuhan batik tetap kental terasa, namun gaya modern dan pengembangan motif juga warna menjadi pembedanya. Koleksi batik inilah yang menjadi ciri khas Rosso juga Sonny.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar